
Konflik bersenjata antara Iran dengan Israel yang memuncak pada Minggu (13/6/2025) dengan serangan Iran yang ditujukan ke pusat komando militer di Tel Aviv Israel. Lonjakan eskalasi di Timur Tengah tersebut membuat harga emas dunia dan nilai tukar Dolar Amerika Serikat (USD) melonjak tajam sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Serangan udara yang diluncurkan oleh kedua negara pada hari ini (18/6/2025) waktu setempat menyebabkan banyak korban berjatuhan baik korban jiwa atau korban terluka, serta merusak berbagai fasilitas di kedua negara termasuk fasilitas militer.
Sebagai respon dari konflik tersebut, harga emas sebagai salah satu komoditas yang diminati mengalami kenaikan. Menurut data dari Reuters pada (17/08/2025), spot gold mencapai USD 3.392,29 per ons pada 17 Juni, meningkat sekitar 0,3% saat investor beralih ke aset safe haven di tengah konflik Israel–Iran, saat terjadi ketidakstabilan geopolitik seperti perang Israel-Iran emas menjadi pilihan investasi yang aman dan minim resiko.
Tidak hanya emas yang mengalami kenaikan, nilai tukar dari Dollar AS juga mengalami peningkatan sebagai respon ketidakstabilan geopolitik perang Israel-Iran. Berdasarkan data Indeks Dolar AS (DXY) menguat sekitar 0,8–0,9%, berada di kisaran 98–99, seiring permintaan terhadap USD sebagai aset safe-haven meningkat akibat ketegangan geopolitik.
Kenaikan harga emas dan USD ini menunjukan keadaan pasar dalam kondisi berhati-hati sebagai respon dari ketidakstabilan geopolitik perang Israel-Iran. Selama konflik ini belum mereda atau berakhir, masyarakat sebagai investor cenderung akan memindahkan aset mereka ke instrumen investasi yang lebih aman dan stabil, seperti emas dan USD.
Dikabarkan sebanyak 21 negara yang termasuk kawasan Arab, Islam, dan Afrika pada Senin, 16 juni memberikan respon tegas terkait konflik Iran-Israel yang sedang terjadi dengan merilis pernyataan bersama untuk mendesak konflik Iran-Israel segera diakhiri. Mereka juga menegaskan untuk melakukan gencatan senjata secara menyeluruh sebagai solusi untuk menuju pemulihan dan perdamaian kawasan.
Dampak dari perang ini tidak hanya bersifat militer dan politik, namun juga berimbas langsung pada pasar energi dan komoditas, mengingat kawasan tersebut merupakan jalur vital distribusi minyak dunia.