
Mahasiswa sebagai agent of change, tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan di perguruan tinggi. Akan tetapi, dituntut juga untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh mahasiswa adalah melalui kegiatan yang mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kepedulian sosial, seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Departemen Manajemen IPB University yang terlibat dalam kegiatan mengajar matematika di Yayasan Zayna Nurfirdaus (Yazani).
Kegiatan mengajar matematika ini merupakan bagian dari mata kuliah capstone manajemen berkelanjutan di Departemen Manajemen IPB University. Proyek capstone ini dirancang untuk memberikan mahasiswa kesempatan untuk mengaplikasikan keterampilan manajerial yang telah dipelajari tanpa mengesampingkan aspek keberlanjutan. Mahasiswa tidak hanya diajarkan tentang teori-teori manajemen, tetapi juga didorong untuk menerapkan konsep-konsep tersebut dalam kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan program sosial (manajemen projek), sekaligus memperdalam kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di lingkungan sekitar. Selain itu, proyek ini juga memberi kesempatan untuk merasakan langsung tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan, terutama di lembaga-lembaga yang memiliki keterbatasan sumber daya.
kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Departemen Manajemen IPB University didampingi oleh kedua temannya bertujuan agar siswa Yazani tidak hanya memahami konsep dasar matematika, tetapi juga bisa mengaitkan pelajaran tersebut dengan kehidupan sehari-hari mereka. Selain itu, tujuan kegiatan ini adalah untuk mengubah mindset negatif yang sering kali melekat pada pelajaran matematika. Banyak siswa yang merasa kesulitan atau bahkan takut menghadapi pelajaran ini. Dengan pendekatan yang lebih ringan dan aplikatif, diharapkan siswa dapat melihat matematika tidak hanya sebagai pelajaran yang sulit, tetapi juga sebagai alat yang berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam perhitungan belanja, mengatur waktu, dan perencanaan keuangan pribadi. Kegiatan ini berlangsung selama tiga bulan, dimulai pada bulan September hingga November 2024, dan dilaksanakan setiap minggu sekali.
Selain mendapatkan pemahaman materi dasar matematika, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada siswa Yazani agar mereka dapat melihat pentingnya pendidikan untuk masa depan mereka. Mahasiswa diharapkan menjadi panutan untuk memberi inspirasi bagi siswa untuk terus mengejar cita-cita mereka dan tidak mudah menyerah. Selain bermanfaat bagi siswa Yazani, mahasiswa yang terlibat juga mendapatkan manfaat dalam menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap kondisi pendidikan di Indonesia.