UNNES Night Festival 2025: Bentuk Ekspresi Musik Mahasiswa
UNNES Night Festival 2025: Bentuk Ekspresi Musik Mahasiswa

SEMARANG – Terang lampu yang menghiasi langit malam berkolaborasi dengan irama musik menggema ketika ribuan pasang mata tertuju pada panggung konser UNNES Night Festival (Unfest) 2025. Festival musik ini berlangsung pada Sabtu, 14 Juni 2025 di area Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP), Kota Semarang, dan berhasil meraih atensi publik, terutama dari kalangan sivitas akademika UNNES. Dikoordinasikan oleh UKM UNNES Night Festival dan Panitia Unfest 2025, pagelaran musik tahunan ini menjelma menjadi magnet para penikmat musik yang tak sebatas meriah, namun juga sarat akan makna.

Dimulai ketika langit menunjukkan saat senjanya, suasana festival sudah terasa meriah. Grup musik Beverlyline memulai rangkaian konser dengan semangat, dilanjutkan dengan penampilan The Cottons yang memberikan pertunjukan musik yang penuh warna. Selepas jeda Shalat Maghrib, atmosfer PRPP berubah menjadi lebih bernuansa emosional ketika Nadin Amizah naik ke atas panggung, mempersembahkan lagu-lagu yang mampu menyentuh hati penonton. Penampilan-penampilan musisi selanjutnya juga tak kalah berwarna: Sal Priadi, Reality Club, dan HIVI! tampil silih berganti, memukau telinga para penonton yang larut dalam meriahnya malam itu.

“Saya datang karena beberapa guest star-nya adalah penyanyi favorit saya seperti Nadin, Hivi, dan Reality Club,” ujar Erika (20), salah satu penonton yang hadir. “Penampilan yang paling saya tunggu sebenarnya Hivi, tapi yang paling berkesan justru Nadin. Saya terpesona melihat performanya di Unfest 9,” tambahnya dengan penuh semangat.

Meskipun hujan mengguyur langit PRPP sehari sebelum dilaksanakannya Unfest, antusiasme penonton tetap tinggi. Massa yang didominasi sivitas akademika tetap hadir dengan tertib memenuhi area konser. Namun, bukan berarti tanpa kekurangan. Beberapa pengunjung mengeluhkan kondisi area parkir dan sarana umum yang masih perlu ditingkatkan.

“Suasananya ramai dan banyak antusias dari kalangan mahasiswa. Jalan menuju venue cukup lancar, tapi di parkiran ada beberapa bagian tanah yang becek karena hujan,” terang Erika.

Dari sisi kenyamanan, Erika menyoroti penyediaan fasilitas umum yang menurutnya sudah cukup memadai, meski masih perlu ditambah. “Toiletnya cukup banyak dan memadai, tapi mungkin bisa ditambah lagi. Teman saya sampai harus antre hampir satu jam untuk ke kamar mandi,” katanya.

Gelombang antusias dari para penonton memberikan bahwa festival musik ini patut dipertahankan dan bahkan dikembangkan lagi di masa mendatang. “Kalau ada Unfest lagi tahun depan, saya pasti datang. Guest star-nya sangat-sangat mengesankan,” ujar Erika penuh takjub.

Suksesnya penyelenggaraan Unfest tahun ini menunjukkan bahwa UNNES mampu menciptakan ruang ekspresi musik bagi generasi muda. Lebih dari sekadar konser musik, Unfest 2025 telah menjadi ruang pertemuan energi kreatif dan semangat sivitas akademika. Musik, dalam perhelatan ini, menjelma sebagai jembatan yang menyatukan keragaman dan mengukir kenangan di lubuk hati penonton malam itu.