
Semarang, 22 Juni 2025 — Suasana Car Free Day (CFD) di Simpang Lima Semarang pada Minggu pagi kemarin terasa lebih meriah dengan kehadiran Wingko Tugu Muda (WITUGU) yang menggelar campaign budaya bertema “Budaya, Rasa, dan Nostalgia.” Kegiatan ini menjadi cara kreatif untuk memperkenalkan kembali wingko babat kepada masyarakat, terutama generasi muda, dengan kemasan baru yang lebih modern dan interaktif. Wingko Babat dipilih dalam campaign ini karena memiliki makna historis dan emosional yang kuat bagi masyarakat. Wingko sendiri merupakan panganan tradisional yang telah melewati perjalanan panjang dari Lamongan hingga menjadi ikon kuliner di Kota Semarang. Dengan menggunakan nama “WITUGU” (Wingko Tugu Muda), produk ini diharapkan dapat membangkitkan semangat dan kebanggaan masyarakat akan budaya lokal, karena Tugu Muda merupakan simbol perjuangan masyarakat Semarang di masa lalu. Melalui campaign ini, WITUGU ingin menonjolkan nilai sejarah, keunikan rasa, serta peran wingko dalam mempererat hubungan antarbudaya di Kota Semarang.
Dalam campaign yang dilaksanakan pada 22 Juni kemarin, fakultas tidak memperbolehkan adanya transaksi jual beli saat kegiatan berlangsung, sehingga sistem penjualan dilakukan melalui pre-order (PO) satu minggu sebelum acara. Sebanyak 70 box dengan total 420 pcs
wingko babat disiapkan untuk kegiatan ini. Dari total tersebut, 11 box berhasil terjual melalui sistem PO dengan harga Rp10.000 per box, sedangkan 59 box dibagikan secara gratis kepada pengunjung selama campaign sebagai bentuk promosi untuk mengenalkan rasa dan kualitas produk WITUGU.
WITUGU tidak hanya menghadirkan rasa original, tetapi juga memodifikasi wingko babat dengan inovasi baru seperti menambahkan cokelat cair di dalamnya untuk memberikan sensasi lumer ketika digigit. Selain itu, tersedia juga varian rasa matcha, cokelat crumble, dan tiramisu yang dihadirkan agar wingko lebih diminati oleh anak muda tanpa menghilangkan cita rasa klasiknya. Untuk mempermudah pendataan, pengunjung yang hadir diminta melakukan scan barcode yang telah disediakan. Hal ini memudahkan panitia dalam mendata jumlah pengunjung yang hadir secara rapi dan efisien. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat memperkaya pengetahuan mereka mengenai sejarah dan proses pembuatan wingko melalui video animasi informatif yang dapat diakses dengan memindai QR code menggunakan ponsel mereka, dengan bantuan arahan panitia yang berjaga di lokasi.
Kemeriahan campaign ini semakin lengkap dengan adanya permainan interaktif untuk pengunjung. Permainan ini menggunakan media kertas cetak A3 yang telah dibagi menjadi beberapa kotak dengan keterangan hadiah yang berbeda-beda, ditutupi dengan post-it. Pengunjung cukup membuka lapisan post-it pada kotak pilihan mereka untuk melihat hadiah yang didapatkan, menciptakan suasana interaksi yang seru dan menambah daya tarik pengunjung selama campaign berlangsung. Melalui kegiatan ini, WITUGU berharap masyarakat semakin mengenal dan mencintai kuliner tradisional sebagai warisan budaya Semarang yang layak dibanggakan. Dengan memadukan unsur budaya, rasa, dan nostalgia dalam setiap gigitan wingko, WITUGU ingin menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan kuliner lokal dengan cara kreatif dan menyenangkan.