Rendahnya tingkat kesadaran akan pentingnya pendidikan yang tinggi bagi wanita, tentu menjadi sebuah hal yang patut disayangkan. Merasa tidak perlu, tidak berkewajiban, atau bahkan tidak begitu menginginkan adalah
sejumlah alasan yang seringkali dilontarkan sehingga wanita kerap mengesampingkan pendidikan. Ini baru sejumlah alasan bagi wanita yang masih sendiri (belum menikah).
Berbagai alasan lainnya bahkan lebih sering lagi kita dengar dari para wanita yang telah berumah tangga, misalnya: sibuk mengurus anak dan suami, untuk apa sekolah atau kuliah lagi kan sudah menikah, biar kelak anak-anak saja yang sekolah ibunya tidak usah, tidak perlu kuliah atau sekolah karena tidak akan bekerja juga di kantoran. memang meneruskan pendidikan itu hak pribadi masing-masing orang,namun sangat di sayangkan bagi yang mampu untuk melanjutkan pendidikan tapi tidak mau meneruskannya.
Pendidikan merupakan suatu hal yang penting bagi kehidupan manusia, dengan berpendidikan tinggi seorang wanita akan mampu membantu pasangan nya dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan. Ia akan mampu memberikan nasehat dan pertimbangan-pertimbangan yang rasional. pendidikan yang baik akan membentuk cara berpikir dan kemampuan seorang wanita dari sudut pandang yang berbeda.
selain menjadi wanita yang cerdas bagi pasangan nya, Pendidikan dapat menajadikan wanita sebagai Guru terbaik bagi anak anaknya. seorang ibu harus berpendidikan tinggi, karena ilmu tersebut dapat digunakan untuk mengajarkan anak-anaknya, baik mengajarkan nilai moral, nilai agama, dan nilai kehidupan lainnya. Seorang wanita yang memiliki pendidikan bagus akan turut meningkatkan pola pikir dan kematangan diri. Pemikiran yang matang akan mampu menyaring terhadap setiap informasi yang didapat dengan seksama. Semakin banyak ilmu yang didapat akan mampu meningkatkan kualitas diri dan kecerdasan emosional mereka
Kita mungkin sering kali mendengar ungkapan yang mengatakan “Dibalik sukses nya laki- laki , terdapat wanita hebat di belakang nya” atau ” kecerdasan seorang anak diturunkan dari ibunya” ungkapan ini menunjukan bahwa betapa penting nya peranan seorang wanita di dalam kehidupan, karena wanita adalah Madrasah pertama bagi anak-anak nya , untuk membangun Generasi Madani yang akan meneruskan perjuangan kita berikutnya.
Tapi tidak dapat dipungkiri kita juga kerap sekali mendengar ucapan seperti “Buat apa sih wanita sekolah tinggi-tinggi? Nanti bisa susah cari pasangan. Ujung-ujungnya jadi ibu rumah tangga, ngurus anak dan suami.”
Apakah wanita tidak boleh pintar? Tidak berhak memperoleh pendidikan yang tinggi? Bukankah Menuntut ilmu adalah hak bagi semua orang,baik perempuan ataupun laki laki berhak meneruskan pendidikan tinggi.
Memang wanita pasti akan menjadi ibu,sebab itulah karna kita ujung-ujungnya menjadi seorang ibu dan berakhir di rumah saja dengan anak-anak kita,maka pendidikan itulah yang sangat penting dan diperlukan. Seorang anak tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi orang tuanya,jadi kitalah sebagai orang tua kelak yang harus memiliki kesadaran penuh dan berhak memberikan yang terbaik untuk anak kita.Anak kita berhak memiliki ibu yang cerdas dan bisa mendidik dia menjadi orang hebat.
Jadi jika ada seseorang yang mengatakan,untuk apasih melanjutkan pendidikan lagi? Kan kamu nanti ujung-ujungnya dirumah juga. Ya itulah sebabnya karna kita nanti ujung-ujungnya berada dirumah,jadi 100% anak kita akan ada dalam pengawasan kita sebagai ibu.sehingga kita berhak menjadi ibu yang peka akan pendidikan.
Jadi,walaupun perempuan berakhir di rumah dan menjadi ibu atau seorang istri,jangan disepelakan profesi itu,karna profesi itu tanggung jawabnya berat,kita di tuntut untuk mendidik keturunan atau generasi kita selanjutnya.jadi intinya jangan pernah menyepelekan perempuan ataupun profesi seorang perempuan.