Masalah, sesuatu yang tidak bisa dihindari. Tetapi, bisa diselesaikan jika berusaha. Ketika sudah berusaha, kita hanya perlu sabar dan berserah diri pada Tuhan.

Sabar itu tidak ada batasnya, jika ada batasnya itu bukan sabar. Biasakan berpikir positif, yakin bahwa dalam kesulitan ada kemudahan.

Ada kalanya sebuah masalah seperti tidak ada penyelesaiannya, membuat tertekan, depresi, diacuhkan orang sekitar, dan merasa sendirian yang akhirnya dapat memunculkan pikiran untuk bunuh diri.

Pada saat itu kita tidak butuh nasihat, kita hanya butuh didengar. Tetapi, seringkali orang menganggap kita berlebihan. Oleh karena itu, kita harus memilih orang yang benar-benar bisa kita percaya untuk berbagi masalah seperti keluarga atau sahabat karib, pilihan terbaik adalah psikolog atau psikiater.

Dikutip dari buku Bunuh Diri Itu Tidak Tiba-Tiba, Kenali Gejalanya di Sekitar Kita (Pusat Data dan Analisis Tempo, 2020: 73-74) Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan, Fidiansjah, mengatakan membicarakan masalah yang dihadapi anggota keluarga bermanfaat mencegah bunuh diri.

Tidak menghargai diri sendiri dan berpikir untuk bunuh diri bukan solusi untuk menyelesaikan masalah, yang ada malah menambah masalah. Bukan hanya masalah bagi diri sendiri, tetapi juga orang-orang sekitar.

Dampak yang terjadi pada orang terdekat ketika ditinggal mati seseorang bunuh diri adalah timbulnya rasa penyesalan dan menyalahkan diri, bahkan dapat mengakhiri hidupnya juga.

Sedangkan masalah baru yang datang pada seseorang yang bunuh diri adalah mendapat dosa besar dan masuk neraka. Tidak ada agama yang membenarkan perilaku bunuh diri. Jahanam waiting for you.

Mulailah berpikir positif. Sayangi dirimu, hargai hidupmu, dan berharaplah hanya pada Tuhanmu.