Participatory design workshop atau desain partisipatif pada praktek merupakan suatu kegiatan pada organisasi untuk mengulik serta merangkul inovasi yang pelaksanaannya dikuasai oleh desain dengan mengambil tanggapan dari semua subjek yang terlibat. Secara ilmiah desain partisipatif diartikan sebagai pendekatan strategi desain dengan melibatkan costumer pada inti proses desain. Desain partisipatif melibatkan users, pemangku kepentingan, dan desainer yang saling bekerja sama dalam proses desain. Pendekatan partisipatif desain ini dapat mengembangkan desain yang lebih baik tentang kebutuhan, tantangan, dan probabilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat. Peningkatan desain melibatkan banyak komunitas dengan harapan dapat merancang sebuah project berbasis pengalaman sehingga dapat memenuhi kebutuhan aktual penggunannya, hal tersebut tentu berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Keterlibatan masyarakat berperan penting pada pengembangan dan kemajuan masyarakat itu sendiri. Pada kenyataannya, rasa kebersamaan di lingkungan masyarakat memerlukan penghubung seperti stakeholders untuk mendukung setiap perubahan yang mungkin terjadi saat proses desain berlangsung guna mencapai tujuan bersama. Biasanya proses desain konvensional cenderung linier sehingga dibutuhkan proses desain partisipatif yang membuat setiap komponen terhubung dengan klien atau komunitas.

Desain partisipatif memiliki partisipan untuk mengembangkan, melaksanakan, serta mengawasi dalam pelaksanaan keberlangsungan kegiatannya. Pada proses desain diperlukan users dan stakeholders sebagai partisipan non-technic dan developer sebagai partisipan technic yang menanggung perannya masing-masing  dengan menyatukan tujuan yang sama. Sebagai partisipasi non-technic, pengguna mampu ikut ambil bagian dalam mengembangkan dalam proses desain. Pengguna dipilih melalui identifikasi individu atau komunitas yang berkaitan dengan desain dengan melakukan pertimbangan kebutuhan desain yang relevan dengan proyek. Pengguna dipilih berdasarkan kemampuan teknis, pendidikan, dan faktor lain yang berkaitan. Sebagai subjek penguji proyek, pengguna mampu memberikan tanggapan berdasarkan pengalaman selama melaksanakan desain proyek. Proyek yang telah selesai didesain akan diuji kembali oleh pengguna sebagai konsumen yang akan menikmati hasil proyek. Dalam proses desain, stakeholders memiliki peran penting yang berkaitan dengan pengembangan proyek. Peran pemangku kepentingan di sini sebagai sponsor dalam proyek, manajer, ahli bidang yang relevan dengan proyek, serta berbagai individu ataupun organisasi yang memiliki peran dalam mengawasi berjalannya proyek dari awal hingga produk mampu digunakan secara baik. Sebagai partisipasi technic, pengembang yang beroperasi secara individu ataupun organisasi memiliki peran untuk menampung, mengolah, serta memperbaiki desain proyek. Peran pengembang tidak selesai pada proses desain, tetapi berkelanjutan hingga produk mampu dijalankan dengan optimal. Dengan adanya masing-masing peran tersebut dapat terlibat secara aktif untuk menyelesaikan proyek dengan baik sehingga mampu digunakan secara optimal.

Untuk terciptanya konsep pengembangan desain partisipatif yang baik dan optimal dibutuhkan sebuah pelatihan atau lokakarya yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi interaktif yang melibatkan developer dan users diharapkan tercipta sebuah produk atau layanan inovatif yang ramah untuk semua pihak. Pengetahuan dan pengalaman pengguna dapat menjadi salah satu kunci keberhasilan proyek yang dikerjakan. Keterlibatan pengguna sejak awal proses desain dapat membantu pengembang lebih memahami apa yang dibutuhkan pengguna sehingga dapat meningkatkan efektivitas karya dan menumbuhkan rasa kepuasan untuk semua pihak. Dalam sebuah lokakarya, terdapat beberapa hal penting yang menjadi sorotan dari tujuan diselenggarakannya acara tersebut yaitu pengenalan desain partisipatif yang dimulai dengan pemberian prinsip dan metodologi desain partisipatif, melakukan berbagai riset pengguna untuk membangun empati, melakukan kolaborasi antara pengguna dan pengembang untuk menjelajahi ide dan membuat suatu hasil bersama, mengkaji pendesaianan untuk penyempurnaan proyek yang berkelanjutan, menemukan metode dan teknik yang efektif untuk menciptakan kolaborasi yang terbuka, membuat prototype ide dan melakukan pengujian dengan melibatkan pengguna untuk dapat memaksimalkan keputusan akhir desain, melakukan evaluasi hasil lokakarya dan rencana keputusan selanjutnya untuk meningkatkan kualitas desain proyek, serta melakukan diskusi tentang seluruh kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya.

Penyediaan forum untuk mengkaji berbagai permasalahan terkait proses desain partisipatif menjadi salah satu langkah yang baik untuk terus meningkatkan hasil proyek. Setelah lokakarya, dibutuhkan forum untuk mendiskusikan isu-isu dan tantangan terkait proses desain yang dapat diselesaikan melalui desain partisipatif. Forum ini dapat berskala kecil maupun besar, semua tergantung pada masalah apa yang akan diidentifikasi. Kontribusi seluruh partisipan pada forum diharapkan dapat menyatakan masalah yang ditemui dalam proses dengan jelas sehingga dapat diambil keputusan yang dapat memecahkan masalah tersebut. Penjelasan mengenai latar belakang atau konteks permasalahan juga diperlukan untuk dapat menggambarkan situasi hambatan pada proses desain. Ketika masalah telah diuraikan dengan jelas, seluruh partisipan diharapkan untuk memberi penawaran solusi tentang bagaimana desain partisipatif dapat berkontribusi aktif dalam penyelesaian masalah proses desain. Penyelesaian masalah secara instan melalui desain partisipatif mungkin tidak bisa dilakukan, tetapi pengurangan masalah yang teridentifikasi dapat terselesaikan dengan pasti walaupun membutuhkan jangka waktu. Berbagai penawaran solusi antarpartisipan mendorong munculnya tanggapan dan pertukaran ide untuk mewujudkan musyawarah yang mencapai mufakat. Dengan demikian, dialog partisipan dalam forum dapat membantu penyelesaian tantangan dan hambatan yang ditemukan saat proses desain berlangsung.

Proyek yang telah terselesaikan tidak akan memiliki nilai tanpa adanya konsumen yang menggunakan produk tersebut. Untuk meningkatkan keinginan pengguna dalam menggunakan produk ada beberapa langkah yang perlu dilakukan sebagai berikut:

  1. Menentukan tujuan utama sebelum melaksanakan desain partisipasi
    Diadakannya desain partisipasi memiliki maksud untuk mempermudah serta mengoptimalisasi suatu proyek. Sebelum  melakukan proses desain partisipasi perlu ditentukannya tujuan dari dibentuknya proyek. Tujuan ini berkaitan dengan pasar yang dituju agar mendapatkan target konsumen yang tepat sehingga meningkatkan keinginan konsumen untuk menggunakan produk.
  1. Identifikasi pasar dan pengguna
    Setelah menentukan tujuan dari proyek, diperlukan adanya identifikasi pasar serta pengguna untuk mengetahui nilai jual dari produk yang akan dihasilkan serta mengetahui minat konsumen untuk menggunakan produk.
  1. Mempersiapkan diskusi dan pelaksanaan workshop
    Dengan adanya workshop bertujuan untuk menyebarkan informasi mengenai proyek yang sedang didesain. Penyebaran informasi ini bertujuan untuk mengetahui minat pengguna serta mengoptimalisasi desain sesuai dengan keinginan pengguna sehingga mampu meningkatkan keinginan konsumen dalam menggunakan produk.

Berbagai kegiatan dalam proses desain partisipatif mendukung keterlibatan partisipannya untuk bertindak produktif dan menghasilkan karya yang bermakna. Pencapaian terhadap kegiatan yang bermanfaat memerlukan berbagai faktor pendukungnya. Hasil akhir dan sasaran yang ingin dicapai harus terdefinisikan secara jelas karena segala keputusan yang diambil untuk proses pelaksanaan akan mengikuti rencana yang disusun sebelumnya, termasuk kegiatan diskusi pada forum. Forum yang telah dibentuk sebelumnya, harus dimanfaatkan dengan baik dengan menghadirkan perwakilan dari users, stakeholders, dan perancang produk atau developers serta pihak terkait lainnya. Pandangan dari keahilan bidang yang berbeda dapat menambah wawasan dan meningkatkan pemahaman setiap peserta pada forum terkait kebutuhan pengguna. Pemberian fasilitas yang menciptakan suasana komprehensif, interaktif, dan menarik perlu dilakukan untuk memastikan bahwa partisipan terdorong aktif untuk memberikan suara dalam pengambilan keputusan. Hal terakhir yang membuat setiap proses desain bermakna adalah tindak lanjut dan wujud konkrit dari berbagai isu yang telah didiskusikan dengan memaksimalkan kolaborasi dan kreativitas dari setiap partisipan.

Dalam melaksanakan partisipasi desain ada beberapa teknik yang mampu dipakai sebagai konsep untuk membangun proyek yang berkelanjutan. Sebagai langkah awal untuk membangun konsep berkelanjutan diperlukan adanya observasi terehadap pengguna saat menggunakan produk sehingga mampu memahami evalusi terhadap produk untuk melakukan perbaikan desain. Kemudian mengadakan prototype iteratif yang bertujuan untuk mengetahui tanggapan dari penggunarta stakeholders mengenai versi awal proyek. Iterasi berkelanjutan berguna untuk mengetahui tanggapan pengguna sehingga mampu memperbaiki desain dengan lebih baik. Tidak lupa menggunakan konsep desain bersama yang melibatkan pengguna serta stakeholders dalam proses desain dengan cara melakukan desain kolaborasi dalam mengulik ide dan solusi. Dan yang terakhir merupakan evaluasi pengguna sebagai pengujian dan evaluasi dari kinerja proyek sehingga mampu meningkatkan desain yang tengah dikembangkan