Sukorejo, Kab. Sragen (29/07) – Mayoritas penduduk Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, dan Kabupaten Sragen bermata pencaharian dalam bidang pertanian. Beras organik merupakan produk pertanian andalan di Sukorejo. Desa ini memiliki lahan seluas 132 hektar dan menghasilkan 1,6 ton/ha beras pada tahun 2022. Namun, disamping hasil pertanian yang melimpah, terdapat limbah pertanian yang melimpah pula. Masyarakat belum mampu mengelola limbah pertanian tersebut dengan efektif. Oleh karena itu diperlukan pemberdayaan masyarakat yang strategis dan berkelanjutan serta memerlukan partisipasi aktif masyarakat untuk mengelola limbah pertanian yang lebih efektif.
Dalam rangka pengaplikasian Zero Waste Integrated Farming System Mahasiswa KKN Tematik Undip mengadakan pelatihan pemanfaatan sekam padi menjadi media tanam. Pelatihan dilakukan bersama Kelompok Wanita Tani Shinta Sri RT 06 Desa Sukorejo. Dimana penyampaian materi dan pelatihan pembuatan media tanam dari limbah pertanian berupa sekam padi dilaksanakan di halaman rumah ketua kelompok wanita tani. Sedangkan monitoring serta evaluasi praktik pembuatan media tanam dilakukan secara berkala setiap bulan. Kegiatan pelatihan ini merupakan realisasi dari program program IDBU-KKN Tematik Universitas Diponegoro dengan ketua pelaksana Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 21 Agustus 2023. Setelah itu, dilakukan monitoring hingga akhir Desember 2023. Banyak sekam padi yang tidak terpakai karena Desa Sukorejo banyak menghasilkan limbah pertanian. Sebagai peserta pelatihan, Ibu Nanik selaku ketua Kelompok Tani Dewi Shinta menyatakan, “Dengan adanya pelatihan ini sangat membantu kami dalam mengatasi limbah pertanian yang melimpah.”
Sekam yang digunakan sebagai tambahan media tanam berupa arang sekam. Kandungan zat organik yang tinggi pada sekam padi sangat cocok dijadikan bahan untuk media tanam seperti cabai, tomat, dan terong. Selain itu, sekam padi memiliki kemampuan menahan air yang tinggi dan mengandung unsur silikat yang terbukti tahan terhadap serangan hama.
Cara mengubah sekam padi menjadi bahan tanam sangatlah mudah dan sederhana. Ibu-ibu kelompok tani dapat membuatnya di rumah. Pertama, kompos, kotoran, dan sekam padi yang telah dibakar menjadi arang diratakan di atas terpal dengan perbandingan 1:1:2. Lalu, setelah tercampur dimasukkan ke dalam polybag ukuran 35×35 cm. Media tanam dapat langsung digunakan. Sekam 12,5 kg dapat menghasilkan 20 polybag media tanam.
Diharapkan pelatihan ini mampu menumbuhkan motivasi ibu ibu kelompok tani untuk dapat memanfaatkan limbah pertanian dan menghasilkan media tanam yang kaya akan nutrisi dan unsur hara. Hal ini guna membentuk masyarakat yang mandiri, kreatif, dan menjadikan desa yang berdaya saing tinggi.