Memperoleh ijazah dari perguruan tinggi dan gelar akademik yang menyertai adalah ujung bagi seorang mahasiswa dari rangkaian perjalanan akademik. Keberhasilan perjuangan akademik patut dirayakan dengan penuh rasa syukur dan suka cita. Namun, jenjang sarjana bukanlah perhentian terakhir dari perjalanan akademik, melainkan babak baru dalam menuju kehidupan nyata yang tentunya berbeda dengan dunia kampus.
Berkaitan dengan perkuliahan, tentunya akan mencari pekerjaan setelah lulus, mencari pekerjaan pertama setelah lulus kuliah bukanlah pilihan yang mudah bagi mahasiswa. Setiap sarjana yang baru lulus pasti berharap agar bidang studi yang telah tekuni menjadi pedoman bagi karir mereka.
Beberapa mahasiswa berambisi mereka harus mendapatkan pekerjaan meski tidak sesuai dengan gelarnya, dalam hal ini pekerjaan mereka nantinya tidak optimal dan cenderung lebih cepat berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Ini akan merugikan mereka karena melakukan pekerjaan di bidang yang tidak biasa mereka pelajari.
Namun, pekerjaan tidak harus terikat dengan gelar. Banyak mahasiswa sudah lulus dan menetapkan pilihan untuk kerja di bidang lain mendapatkan banyak pelajaran, pengalaman kerja yang tidak diduga, dan pengetahuan mengenai diri lebih dalam lagi.
Maka dari itu, universitas atau kampus bukan penentu untuk bekerja, tapi untuk menuntut ilmu. Para lulusan bisa saja tidak lagi mencari pekerjaan, melainkan dapat “menciptakan” lapangan kerja. Dengan menekuni hobi, mempercayai kecerdasan dan kreativitas untuk terus melakukan penelitian sesuai dengan bidang bahkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini juga perlu didukung oleh pemerintah dengan menyediakan lapangan kerja agar tidak adanya kecemasan setelah lulus untuk mendapatkan pekerjaan.