Dikutip dari buku (Pengaruh Gadget Pada Anak-Anak : 2020) Gadget merupakan teknologi yang tidak bisa dilepaskan sekarang ini. Hampir setiap lapisan masyrakat dipastikan mempunyainya. Tapi perlu diketahui selain efek positif gadget juga mempunyai efet negatif. Maka dari itu diperlukannya pengetahuan sehingga dapat memanage gadget sesuai kebutuhan.

Sukarno pernah berkata “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia. Dari sini dapat diketahui pentingnya pemuda bagi kemajuan suatu bangsa. Karena nantinya pemuda yang akan menggantikan sebagai pemimpin generasi sesudahnya. Salah satu faktor yang perlu dipunyai oleh seorang pemimpin adalah ia mampu memimpin dirinya. Pentingnya penanaman pendidikan karakter harus diperhatikan sejak dini sehingga penanamannya juga harus dilakukan sejak dini. Oleh karena itu sikap berperilaku dalam masyarakat akan sangat dilandasi oleh pendidikan yang utama dan pertama yaitu keluarga. Akan tetapi dalam kenyataanya tantangan pendidikan karakter semakin besar dengan berkembangnya pula teknologi dan media-media pada jaman sekarang.

Banyak orang tua yang memberikan keluasan yang sebebas-bebasnya terhadap anaknya dengan membelikan gadget sejak usia dini sebelum anak benar-benar menjadi pemuda yang tangguh hal tersebut dilakukan dengan dalih lebih aman dan memudahkan mengawasi anak-anak ketika main gadget daripada main di luar. Para orang tua biasanya tidak memikirkan pengaruh jangka panjang yang muncul Semakin cepat dan pesatnya kemajuan teknologi sekarang tentunya juga akan membawa pada perubahan yang besar dalam berbagaimacam hal kehidupan manusia. Begitu besarnya dampak gadget pada nilai-nilai kebudayaan.

Gadget sudah dipastikan dimiliki oleh setiap manusia sekarang ini. Tidak hanya kalangan dewasa dan pekerja saja akan tetapi anak-anak bahkan balita sudah dipastikan mampu mengoperasikan gadget. Gadget digunakan oleh siapa orang dalam kegiatan hariannya. Hal tersebut juga membawa dampak tersendiri bagi penggunanya. Nilai positifnya antara lain mempermudah komunikasi, menambah pengetahuan, dan menambah teman.

Akan tetapi banyak dampak negatif yang muncul antara lain merusak mata, nengbah postur tubuh, kulit wajah kendur, mengganggu pendengaran, menganggu saat istirahat (Puji Asmaul Chusna :2017) juga  Penggunaan gadget yang berlebihan akan membawa dampak buruk bagi perkembangan sosial dan emosional anak. Dampak buruk penggunaan gadget pada anak antara lain anak menjadi pribadi tertutup, gangguan tidur, suka menyendiri, perilaku kekerasan, pudarnya kreativitas, dan ancaman cyberbullying. Otot-otot mata menjadi cepat lelah dan membuat penglihatan menjadi buram. Frekuensi berkedip akan berkurang, sehingga mereka akan sering mengeluh matanya perih atau nyeri, mengalami mata kering.

Paparan sinar biru dari layar gadget yang terlalu intens dan dekat dapat meningkatkan risiko mata anak menjadi juling. bahkan salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurmalasari dan Devi Wulandari(2018) menyimpulkan ada pengaruh antara penggunaan gadget dengan konsentrasi siswa. Hal tersebut tentunya juga berdampak pada pretasi siswa. Hal tersebut senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Ramdhan dkk(2018) dimana pengaruh gadget terhadap interaksi sosial pada siswa SD ternyata memberikan dampak negatif.

Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi anak kecanduan main handphone atau gadget sejenis lainnya:

  1. Batasi waktu penggunaanBatasi penggunaan gadget sesuai dengan rekomendasi kelompok umurnya. The American Academy of Pediatrics menerbitkan pedoman screen time seperti berikut ini:
    • Anak-anak di bawah usia 2 tahun: sebaiknya tidak dibiarkan bermain gadget sendirian, termasuk TV, handphone dan tablet
    • Anak-anak usia 2 sampai 4 tahun: kurang dari satu jam sehari
    • Usia 5 tahun ke atas: sebaiknya tidak lebih dari dua jam sehari untuk penggunaan rekreasional (di luar kebutuhan belajar).
  1. Beri jadwal
    Jadwalkan waktu yang tepat untuk bermain gadget. Di luar itu, orangtua juga harus menyiapkan kegiatan alternatif lainnya agar anak tidak bosan dan beralih ke gadget lagi.
  1. Jangan beri akses penuh
    Handphone sebaiknya tidak diserahkan pada anak sepenuhnya. Biarkan anak meminta izin terlebih dahulu jika ingin menggunakannya, dan ambil kembali setelah selesai.
  1. Tetapkan wilayah-wilayah bebas gadget
    Buat peraturan tidak boleh menggunakan gadget di tempat-tempat tertentu. Misalnya di meja makan, di kamar tidur, dan di mobil.
  1. Berikan contoh yang baik
    Sudah jadi pengetahuan umum bahwa anak meniru apa yang dilakukan orangtuanya. Untuk itu, Parents juga harus menjadi contoh yang baik, letakkan HP dan bermainlah bersama si kecil.