Akhir-akhir ini di Indonesia banyak sekali terjadi masalah seperti korupsi, tindakan kriminal, suap yang dapat mengganggu aktifitas bagi banyak orang terutama bagi para pendidik sendiri, akan tetapi hal ini sering sekali dilakukan oleh orang orang pintar bahkan orang yang sudah mendapatkan gelar sekali pun. Sistem pendidikan formal kita yang ada saat ini masih banyak yang hanya mengajarkan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi saja, yang membuat orang semakin pintar.
Namun sayangnya, tidak diimbangi dengan pendidikan agama dan budi pekerti yang membuat orang menjadi terdidik. Keadaan ini diperparah lagi dengan porsi pendidikan agama dan budi pekerti yang sedikit sekali dalam kurikulum yang berlaku. Dari situlah diduga sebagian besar penyebab mengapa orang pintar masih banyak yang melakukan tindakan kriminal dan memalukan.
Jika sistem pendidikan yang mementingkan proses benar-benar diterapkan, maka kita meyakini akan melahirkan orang-orang pintar yang terdidik bukan orang pintar yang sok pintar. Juga untuk masa-masa yang akan datang, bukan tidak mungkin, masyarakat kita Indonesia akan menjadi masyarakat yang ramah tamah, berbudi pekerti yang baik, maju namun tetap bersahaja dan bersih dari tindak pidana dan kriminal.
Maka dari itu pendidikan yang formal seharusnya dapat diimbangi dengan pendidikan yang berkarakter baik agar bisa menghasilkan orang pintar atau orang yang terdidik. Dengan adanya pemdidikan karakter bisa diajarkan kepada para pendidik lainnya atau yang masih dalam tahap sekolah agar bisa taat pada norma agama yang berlaku dimasa sekarang ini. Dan saatnya pemerintah atau yang ada diperguruan tinggi bisa membenarkan pendidikan formal di Indonesia supaya lebih maju dan menghasilkan pendidikan yang berkualitas di masa mendatang.