Perkembangan pendidikan yang pesat tentulah memberikan pengaruh yang baik terhadap perkembangan bangsa dan negara. Tapi ada sesuatu yang agak melesat di dalam pendidikan itu sendiri, yaitu adalah jebakan “gelar”. Tujuan yang awalnya untuk mendapatkan ilmu jadi berbelok untuk memperoleh nilai, gelar dan demi gengsi. Hal ini dilandasi oleh pemahaman masyarakat yang keliru
Seseorang akan menjadi gengsi melakukan pekerjaan yang dia pikir bukan level nya. la lebih memilih tidak melakukan apa-apa, meski ia sedang butuh bekerja untuk meneruskan hidupnya. Gengsi yang pelan pelan membunuh diri sendiri.
Sebenarnya tidak ada yang mengerikan dari pendidikan. Dan perihal gengsi itu bukan output pendidikan, Yang mengerikan bukan pendidikan, tapi kuliah ngejar gelar. Kuliah dengan cara yang salah, mau gelarnya saja tapi tidak ada usaha untuk berkembang dan memahami banyak hal.
Jadi jangan menyalahkan pendidikan karna jika cara belajar nya tepat tidak ada pembahasan gengsi dan tidak gengsi, semua pilihan berdasarkan analisa yang rasional. Dan pada dasarnya kualitas manusia tidak dilihat dari pendidikan, jabatan, dari umur dan pengalaman, tapi dari moralnya dan rohaninya.
Untuk apa kita bergelut dalam dunia pendidikan jika hal itu justru membuat kita menjadi tak terdidik dan bisa dengan mudah dibodohi oleh fatamorgana gengsi, Tempuhlah pendidikan untuk memperoleh ilmunya, karena untuk dapat memiliki hidup yang hidup, manusia membutuhkan ilmu, bukan sekedar gelar dan gengsi semata Indonesia tak kurang manusia berpendidikan tinggi, tapi kurang manusia berilmu.