Pelayanan publik adalah bentuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat dan berperan dalam memberikan kepuasan serta manfaat sebaik mungkin, terutama bagi masyarakat bawah atau yang kurang mampu. Namun, kenyataannya masih banyak masyarakat bawah belum mendapatkan pelayanan publik yang layak, sehingga merugikan dan sulit bagi mereka yang sangat membutuhkan layanan tersebut. Timbulnya hal seperti ini, bisa terjadi karena kesulitan mengakses informasi, terhambatnya mobilitas dan transportasi kurangnya sumber daya manusia (SDA), kurangnya anggaran, bahkan kurangnya kesadaran dari pihak pelayanan publik itu sendiri.
Masyarakat bawah sangat membutuhkan kemudahan akses informasi, keterjangkauan biaya, kualitas pelayanan, pelayanan yang responsif, serta transparansi dalam memastikan pelayanan tersebut adil dan efektif. Masyarakat bawah juga membutuhkan kesetaraan hak dengan masyarakat atas, tanpa memandang sosial ekonomi. Tetapi, semua itu belum terpenuhi secara maksimal oleh pemerintah dan pelayanan publik.
Beberapa pelayanan publik yang bisa diterima oleh masyarakat bawah seperti :
- Pelayanan Kesehatan Gratis
- Program Bantuan Sosial
- Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
- Layanan Pendidikan Gratis
- Program Pemberdayaan Masyarakat
- Program Jaminan Sosial
- Layanan Transportasi Publik
- Pelayanan Kebersihan Lingkungan
- Layanan Hukum Gratis
Seharusnya, seluruh masyarakat bawah sudah mendapatkan layanan tersebut. Tetapi mengapa masih banyak khususnya Program Bantuan Sosial yang salah sasaran. Adapula oknum yang memalsukan data atau dokumennya untuk mendapatkan bantuan sosial tersebut. Sehingga orang yang benar-benar membutuhkan tidak dapat terpenuhi. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah harus lebih memerhatikan kualitas pelayanan publik, serta mengevaluasi dan pembenahan terhadap Program Bantuan Sosial agar tidak terulang lagi kesalahan dalam penyalurannya.
Secara umum, sebenarnya tidak ada perbedaan antara pelayanan publik bagi masyarakat bawah maupun atas. Namun, hanya saja perbedaan tersebut terlihat dalam bagaimana cara pelayanan publik diakses atau diterima oleh masyarakat yang berbeda. Masyarakat atas (lebih mampu secara finansial), lebih mudah mengakses pelayanan publik dengan baik dan cepat, karena mereka dapat dengan baik menggunakan sumber daya yang tersedia untuk memperoleh informasi.
Sebaliknya, masyarakat bawah (kurang mampu secara finansial) kemungkinan memiliki akses yang sangat terbatas sehingga sulit bagi mereka mendapatkan informasi layanan publik yang sama. Contohnya akses informasi, masyarakat atas cenderung memiliki akses lebih baik terhadap teknologi informasi, sumber daya informasi, dan media yang terkait. Sedangkan, masyarakat bawah mungkin memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi yang relevan dan akurat. Pada layanan kesehatan, masyarakat atas cenderung memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan seperti rumah sakit, dokter, dan obat-obatan. Sedangkan, masyarakat bawah seringkali mengalami kesulitan dalam mencari perawatan kesehatan yang memadai.
Oleh sebab itu, pemerintah sangat perlu memastikan bahwa pelayanan publik yang diberikan dapat diakses dan digunakan oleh semua kalangan masyarakat secara adil dan merata. Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa pelayanan publik yang diberikan memiliki kualitas yang sama untuk seluruh masyarakat. Sehingga, khususnya masyarakat bawah merasa puas karena apa yang mereka butuhkan terhadap pelayanan publik yang baik telah terpenuhi dan kemudian terciptalah pelayanan publik yang maksimal pelayanannya.