
TENGARAN- Mahasiswa KKN UNNES GIAT 11 melaksanakan Edukasi mengenai Kesehatan Organ Reproduksi dibalai desa Sruwen, Tengaran, Kabupaten Semarang dengan judul “Menuju Generasi Sehat: Kenali Kesehatan Reproduksimu”, Minggu (23/02/2025).
Kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting, terutama pada remaja. Sebab, masa remaja adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan positif menjaga kebersihan yang bisa menjadi aset dalam jangka Panjang. Dalam kesempatan kali ini untuk mendukung generasi muda bangsa menjadi lebih baik dengan mengadakan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja.
Masa remaja merupakan masa peralihan dari kanak-kanak menjadi dewasa. Suatu proses pengenalan dan pengetahuan Kesehatan reproduksi sudah dimulai pada masa ini. Seringkali reproduksi hanya dianggap sebatas masalah seksual atau hubungan intim. Alhasil, banyak orang tua yang merasa tidak nyaman untuk membicarakan masalah tersebut pada remaja. Kurangnya edukasi terhadap hal yang berkaitan dengan reproduksi nyatanya dapat memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satu hal yang sering terjadi karena kurangnya sosialisasi dan edukasi seperti penyakit menular, kehamilan diluar nikah, hingga aborsi yang berakibat pada hilangnya nyawa remaja. Masa remaja menjadi masa transisi yang ditandai oleh adanya perubahan fisik, emosi dan psikis. Remaja menjadi fokus perhatian penting dalam meningkatkan pengetahuan Kesehatan reproduksi.
Kesehatan reproduksi merupakan suatu kondisi sehat secara fisik, mental, sosial yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi (Yarza et al, 2019). Kesehatan reproduksi sangat penting mengingat belum tersosialisasikannya secara menyeluruh cara perawatan kebersihan organ reproduksi. Di era informasi saat ini, akses terhadap pengetahuan dan sumber daya mengenai Kesehatan reproduksi semakin luas. Ketika remaja masih minim akan pengetahuan dan kesadaran terkait Kesehatan reproduksi, maka akan muncul kasus Kesehatan reproduksi remaja.
Remaja perlu memiliki pengetahuan seputar Kesehatan reproduksi. Tak hanya untuk menjaga Kesehatan dan fungsi organ saja, informasi yang benar terhadap pembahasan ini juga bisa menghindari remaja melakukan hal-hal yang tidak diiginkan. Memiliki pengetahuan yang tepat terhadap proses reproduksi, serta cara menjaga kesehatannya yang diharapkan mampu membuat remaja lebih bertanggung jawab. Terutama mengenai proses reproduksi dan dapat berpikir ulang sebelum melakukan hal yang dapat merugikan. Pengetahuan seputar masalah reproduksi tidak hanya wajib bagi remaja perempuan, tetapi remaja laki-laki juga harus mengetahui dan mengerti cara hidup dengan reproduksi yang sehat. Menjaga Kesehatan reproduksi agar lebih sehat yaitu dengan menerapkan pola makan sehat, olahraga, serta dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen makanan.
Dalam upaya meningkatkan pemahaman tentang Kesehatan reproduksi di kalangan remaja, mahasiswa dari Universitas Negeri semarang melaksanakan program edukasi di Desa Sruwen. Program ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pemahaman Kesehatan reproduksi, mengatasi kurangnya informasi dan pandangan seputar Kesehatan reproduksi sehingga remaja di desa sruwen dapat membuat keputusan yang sehat dan terinformasi.

Acara ini dihadiri oleh anggota karang taruna induk desa sruwen sebanyak 32 orang. Kegiatan dimulai pukul 19.30 WIB dengan pemberian materi mencakup pengertian reproduksi, sistem reproduksi pria dan wanita, proses reproduksi manusia, dan kelainan & penyakit pada sistem reproduksi, serta langkah-langkah pencegahan infeksi menular seksual tersebut.
Kegiatan pelaksanaan program kerja Edukasi “Menuju Generasi Sehat: Kenali Kesehatan Reproduksimu” dilaksanakan di balai desa sruwen pada hari minggu malam. Hal ini berkaitan dengan program kerja wajib perilaku hidup bersih dan sehat pada pertemuan ke tiga bersama karang taruna. Pada pertemuan ketiga dilaksanakan edukasi melalui presentasi yang disampaikan oleh anggota KKN UNNES GIAT 11 dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga Kesehatan reproduksi.
“di era seperti sekarang ini, dimana kehidupan serta pergaulan bebas sudah menjadi sebuah tren dikalangan anak muda tanpa berfikir resiko yang diterima. Berbicara pergaulan bebas tentunya identik dengan pergaulan serta pola hidup yang tidak terkontrol dan sesuka hati dengan mengabaikan dampak yang menanti tak terkecuali kesehatan. Membahas mengenai kesehatan, terlebih kesehatan reproduksi dapat dikatakan masih menjadi suatu bahasan yang terbilang tabu dalam masyakat. Kesehatan reproduksi mencakup pemahaman tentang sistem reproduksi pada pria dan wanita, termasuk cara kerjanya serta penyakit yang mungkin terjadi. Seringkali anak-anak enggan untuk bertanya masalah semacam ini dengan orang tua yang kemudian anak-anak akan mencari tau sendiri tanpa pendampingan sehingga kerap kali terjadi penyimpangan. Karena itu peran orang tua sangat penting dalam memberikan edukasi mengenai hal-hal semacam ini supaya nantinya anak-anak akan jauh lebih terarah serta mengetahui masalah kesehatan reproduksi dan pemahaman seksual”. Ujar Mohammad Wildan selaku Wakil Koordinator Mahasiswa Desa.
Untuk itu, berbagai inisiatif yang mendorong semangat generasi muda dalam menjaga Kesehatan reproduksi menjadi semakin penting. Salah satu langkah nyata dalam mendukung hal ini adalah melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan untuk membantu mereka memahami bahwa menghadapi tantangan atau masalah dalam Kesehatan reproduksi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan kesempatan untuk belajar dan merawat diri dengan lebih baik. Dengan cara ini, mereka diharapkan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan yang tepat serta menerapkan kebiasaan sehat guna menjaga Kesehatan reproduksi mereka.

“Dari kegiatan edukasi ini, diharapkan para remaja di desa sruwen mampu memahami bahwa menjaga Kesehatan reproduksi adalah bagian dari perawatan diri yang sangat penting, terutama untuk remaja. Hal ini membantu mereka untuk lebih siap dalam menghadapi tantangan hidup dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di kemudian hari”. Ujar Mohammad Wildan, Wakil Koordinator Mahasiswa Desa.
Harapan kami semoga edukasi ini juga dapat membantu mereka membangun semangat dan pola pikir yang terbuka terutama remaja dalam memahami dan menjaga Kesehatan reproduksi mereka. Melalui edukasi ini, remaja juga diajarkan bahwa masalah atau resiko dalam Kesehatan reproduksi bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kesempatan untuk belajar, memperbaiki, dan merawat diri dengan lebih baik. Dengan pengetahuan yang cukup, remaja dapat membuat keputusan yang lebih bijak untuk Kesehatan tubuh mereka, yang pada akhirnya akan berdampak positif yang masa depan mereka. Mahasiswa UNNES GIAT 11 Desa Sruwen berharap dengan diadakananya edukasi “Menuju Generasi Sehat: Kenali Kesehatan Reproduksimu” para remaja di desa sruwen untuk lebih memperhatikan Kesehatan reproduksi mereka.