
Pada Kamis lalu, tanggal 21 November 2024, sekelompok mahasiswa dari Universitas Negeri Malang melakukan kegiatan pengabdian ke salah satu daycare yang berada di Malang. Daycare ini bernama “Paramulya Daycare” yang berlokasi di Graha Paramulya, Karangbesuki, kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur. Pengabdian ini dilakukan dalam rangka pemenuhan tugas akhir mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.
Kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi tentang Pancasila serta penanaman rasa cinta tanah air pada anak-anak usia dini. Melalui pendekatan secara kreatif dan menyenangkan, harapannya anak-anak dapat mulai memahami konsep-konsep seperti gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air. Kegiatan ini tidak hanya menunjang pembelajaran di lingkungan penitipan anak, namun juga merupakan wujud pengabdian secara nyata mahasiswa kepada masyarakat dan negara.
Melibatkan 12 anak yang dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, setiap pembimbing kelompok mengarahkan anak-anak untuk mewarnai gambar lambang Pancasila serta gambar-gambar lainnya yang berkaitan dengan rasa cinta pada tanah air. Sembari mewarnai, anak-anak akan diperkenalkan mengenai Pancasila, simbol-simbol nasional, pemandangan alam Indonesia, serta ikon budaya nusantara. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak untuk lebih familiar terhadap konsep Pancasila secara umum, dapat memahami bentuk lambang negara Indonesia, serta tumbuh rasa cinta tanah air dalam diri mereka.
Proses belajar interaktif ini menggunakan konsep pengajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar anak-anak usia dini. Aktivitas mewarnai menjadi ruang bagi anak-anak agar dapat mengeksplorasi diri, sehingga mampu meningkatkan daya ingat serta imajinasi anak-anak mengenai lambang negara Indonesia. Sedangkan dalam proses penyampaian materi, digunakan kata-kata yang sesuai dengan kemampuan berbahasa anak pada usia dini. Selain itu, diadakan juga kegiatan menyanyi bersama yang membuat proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menarik.
Melalui kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa anak-anak usia dini, khususnya di bawah lima tahun, masih memerlukan pendekatan yang lebih sederhana dalam mengenal Pancasila. Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan, mereka cenderung lebih memahami simbol-simbol yang konkrit, seperti lambang negara atau warna bendera Indonesia, dibandingkan konsep abstrak seperti sila-sila Pancasila. Oleh karena itu, untuk pendidikan kewarganegaraan pada usia dini, disarankan menggunakan metode yang lebih menyenangkan dan relevan dengan dunia anak-anak, seperti mengenalkan nilai-nilai kebangsaan melalui aktivitas bermain, cerita, atau lagu. Hal ini dapat menjadi fondasi awal untuk membentuk karakter cinta tanah air secara bertahap.
Kegiatan pengabdian ini menjadi sebuah momen berharga dalam memperkenalkan nilai-nilai Pancasila dan rasa cinta tanah air pada anak-anak usia dini di Paramulya Daycare. Dengan pendekatan yang kreatif seperti mewarnai dan menyanyi bersama, anak-anak tidak hanya dikenalkan pada lambang negara Indonesia, tetapi juga diajarkan mengenai nilai-nilai kebangsaan secara sederhana. Selain sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa Universitas Negeri Malang, harapannya kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pembentukan karakter generasi muda yang memiliki rasa cinta terhadap tanah air.
Anggota Kelompok (Prodi Desain Komunikasi Visual, Kampus Universitas Negeri Malang):
- Abigail Gracia 230253607884
- Bajra Mahardika 230253608169
- Fakhri Ahmad K.P.M 230253605409
- Juniar Ayu Faza 230253602078
- Lyn Rosyida 230253608189
- Muhammad Afif Tufail Piliang 230253607432
- Muhammad Ardi Wiranata 230253609134
- Muhammad Nawwala Rizqwa In’am 230253609514
- Padhang Damar P. 230253609752
- Restu Daffa Naufal 230253607618
- Syifa Fadilah 230253610403