Desa Sukorejo merupakan salah satu desa di Kecamatan Sukorejo, Sragen yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Karanganyar di sebelah selatan dan Provinsi Jawa Timur di sebelah timur. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Sukrisno, desa ini telah berhasil menyabet predikat sebagai desa wisata organik melalui pengembangan potensi pertanian, peternakan, perikanan, dan pariwisata.

Saat ini, Desa Sukorejo juga tengah melakukan budidaya sentra durian di kawasan Gunung Sigit yang kedepannya direncakanan untuk pengembangan agrowisata. Pengembangan agrowisata durian ini didanai melalui CSR (Corporate Social Responsibility) oleh Holding Dana Reksa.

Bapak Sukrisno selaku kepala desa menerangkan “Pengembangan kawasan agrowisata durian ini nantinya kami harapkan mampu merangsang ekonomi kerakyatan, nantinya melalui ini kami juga ingin mengangkat kesenian lokal yang saat ini sedang kami kembangkan berupa CongYang “Keroncong Wayang”. Nantinya keroncong dan wayang ini kami harapkan akan dapat memperkuat identitas Desa Wisata Sukorejo”.

Perencanaan pembangunan sebuah wilayah tentunya memerlukan kajian terhadap berbagai aspek baik fisik maupun non fisik. Mitigasi bencana menjadi salah satu komponen yang harus sangat dipertimbangkan mengingat pengembangan wilayah khususnya untuk pariwisata akan meningkatkan migrasi wisatawan ke destinasi wisata, sehingga faktor keselamatan wisatawan ini juga harus diperhatikan. Desa Sukorejo memiliki kondisi morfologi lahan yang berbukit dengan kelerengan yang relatif curam, pengembangan agrowisata di kawasan Gunung Sigit juga tak terlepas dari kondisi yang demikian.

Melalui pogram IDBU-KKN Tematik Universitas Diponegoro dengan ketua pelaksana Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM, mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro melakukan pemetaan kerawanan bencana tanah longsor yang diharapkan dapat mendukung upaya mitigasi bencana bagi kawasan agrowisata durian. Peta kerawanan bencana ini kemudian akan dikompilasi ke dalam buku infografis data monografi Desa Sukorejo berikut dengan beberapa peta tematik potensi desa, sarana-prasarana, dan zonasi pertanian.

“Kalau di sini kondisinya memang lahannya berbukit-bukit, jadi mitigasi terhadap bencana longsor memang diperlukan. Beberapa waktu yang lalu di sekitar Gunung Sigit Sana mahasiswa KKN dari UGM juga sudah membuat plang rawan longsor dan penunjuk. Jadi saya kira peta ini nanti bisa kami manfaatkan untuk perencanaan dan mitigasi bencana khususnya untuk pengembangan agrowisata durian nanti di Gunung Sigit.” Ujar Sukrisno, Kepada Desa Sukorejo.

Peta kerawanan bencana tanah longsor ini juga nantinya dapat menjadi salah satu komponen yang akan menentukan bagi penyusunan peta fungsi kawasan di Desa Sukorejo untuk mengetahui kawasan yang bersifat lindung, budidaya, dan penyangga. Penentuan fungsi kawasan ini kemudian akan dapat bermanfaat bagi penyusunan rencana pemanfaatan dan pengembangan ruang Desa Sukorejo di masa depan dengan lebih memperhatikan keseimbangan ekosistem alam di Desa Sukorejo.