Di Era Digitalisasi sekarang banyak motode pembelajaran yang mempermudah siswa /mahasiswa dalam proses belajar. Apalagi di tahun 2020 dunia sedang terkena virus Corona yang membuat proses belajar-mengajar menjadi sulit. Dan di tahun tersebutlah pemerintah Indonesia memberhentikan sejenak proses belajar-mengajar di sekolah selama 2 minggu, tetapi virus tersebut tidak kunjung berkurang akhirnya pemerintah menganjurkan proses belajar-mengajar secara daring, banyak pro dan kontra ketika siswa atau mahasiswa harus belajar secara daring dikarenakan beberapa hal salah satunya adalah jaringan.

Banyak siswa atau mahasiswa yang daerahnya masih sulit mengakses jaringan yang membuat mereka sulit untuk mengikuti proses pembelajaran walaupun dampak positifnya ada untuk mencegah penularan virus covid-19 tetapi proses pembelajaran ini sedikit kurang efektif, dampaknya ialah siswa atau mahasiswa sulit memahami materi yang diberikan oleh pengajar juga membuat siswa atau mahasiswa menganggap remeh proses pembelajaran tersebut.

Contohnya adalah banyak siswa atau mahasiswa ketika zoom tidak fokus dengan materi dan banyak juga yang tertidur saat zoom sedang berlansung. Oleh sebab itu banyak siswa atau mahasiswa dan pengajar lebih memilih proses belajar secara Luring.

Selain bisa diikuti oleh semua siswa atau mahasiswa proses pembelajaran ini juga dinilai ebih efektif disebabkan banyak siswa atau mahasiswa yang lebih paham dan juga lebih fokus dengan materi yang diberikan oleh pengajar, juga pengajar lebih mudah untuk bisa memaparkan materi yang akan disampaikan.

Walaupun ada beberapa siswa atau mahasiswa yang menyukai proses pembelajaran secara daring tetapi hampir seluruh siswa atau mahasiswa lebih menyukai proses pembelajaran secara luring selain yang disebutkan di atas mereka juga bisa berinteraksi dengan teman-teman dan pengajar secara langsung.